Sabtu, 18 Februari 2012

Tugas2 - Smaller IS Project

Oleh


  1. Radhitya Yudhi     5210100065
  2. Andreas Giovani   5210100068

Proyek TI
Smaller Information system  project adalah proyek kecil yang bergerak di bidang system informasi dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama dan sumber daya yang tidak banyak juga. Contoh seperti pembuatan software untuk administrasi Tata Usaha Jurusan.


Hambatan-Hambatan dalam proyek TI :
1.       Estimasi yang terburu-buru
Dalam pengerjaan sebuah proyek pasti ada kapan proyek tersebut di kerjakan dan kapan proyek tersebut selesai. Kadang permintaan pelanggan yang terlalu cepat (Jangka waktu) membuat pengerjaan proyek menjadi terburu-buru, sehingga proyek tersebut bisa saja mengalami kegagalan. Disini lah peran manajer proyek sangat di butuhkan, untuk mengatur dan bertanaya kepada pelanggan tentang masukan proyek tersebut.

2.       Rencana yang tidak matang
Proyek membutuhkan sebuah rencana-rencana matang agar proyek tersebut berjalan dengan baik, seperti sumber daya apa saja yang dibutuhkan, kapan proyek harus selesai, berapa biaya yang diperlukan, dan siapa pengguna akhir proyek tersebut. Sebuah proyek tanpa perencanaan yang matang jelas akan menghabiskan banyak waktu, biaya, dan talenta tanpa menghasilkan sesuatu yang bermutu.

3.       Kurang tepatnya pembagian kerja antara anggota tim
sumber daya yang ada dalam proyek tersebut harus dikelolah dengan benar agar proyek tersebut berjalan lancar.

4.       Kurangnya kemampuan untuk mengukur kemajuan proyek
Hampir semua proyek yang telah berhasil melibatkan manajer proyek yang telah berpengalaman. Manajer proyek mengukur kemajuan proyek tersebut dari tahap awal sampai akhir seperti kebutuhan-kebutuhan apa saja yang di butuhkan pengguna tersebut.


Studi kasus Sistem Informasi Perpustakaan
Suatu hari ada seorang mahasiswa, sebutlah namanya CR, di salah satu perpustakaan kampus di daerah Surabaya Tenggara. CR ingin meminjam salah satu buku. Akhirnya ia memilih buku “Ratapan Anak Tiri”. Tidak jelas alasannya memilih buku tersebut, apakah karena pengalaman pribadinya atau karena ia ingin seperi di judul itu. Setelah memegang buku tersebut, CR membawanya ke meja kasir. Oleh kasir dicatatlah judul, nomor, dan tanggal peminjaman serta pengembalian buku tersebut.
Selang beberapa hari, si kasir merasakan sesuatu yang janggal dalam perpustakaan tersebut. Bukan karena makhluk halus ataupun tampang mahasiswa yang kurang enak dipandang. Melainkan ia takut, jika catatan yang selama ini digunakan untuk merecord segala macam aktivitas dalam perpustakaan itu raib. Kasir pun cemas sehingga membuat heboh seisi perpustakaan. Termasuk Rektor Kampus tersebut. Namun ada satu jurusan yang tidak terlihat panik. Malah jurusan itu tersenyum sinis ketika mendapat kabar kepanikan seisi perpustakaan. Jurusan itu adalah Sistem Informasi. Mereka merasa, ini saatnya mereka “makan” karena dalam hal pembuatan database, jurusan ini bisa dikatakan sebagai “mbahnya”. Setiap hari jurusan ini diberi perbekalan tentang database dan memanajemen sistem informasi tersebut. Akhirnya Jurusan Sistem Informasi membuat suatu sistem yang berisi tentang data buku yang terdapat dalam perpustakaan kampus yang terdiri dari jumlah buku, tanggal peminjaman, tanggal pengembalian, siapa yang meminjam, dan berapa denda yang dikenakan pada mahasiswa  apabila terlambat untuk mengembalikan buku. 
Sistemnya dinamakan Sistem Informasi Perpustakaan yang memiliki tujuan agar peminjam dapat mencari buku secara cepat. Bahkan karyawan dapat memanajemen peminjaman dan pengembalian buku. Setelah dibuatkan sistem tersebut, seisi perpustakaan bahkan kampus dan rektornya merasakan euforia yang luar biasa. Kasir pun mengganti namanya dengan admin karena ia merasa sudah bisa menjalankan suatu sistem dalam computer.

Manajemen Studi Kasus
Beberapa hal yang dijabarkan dari proses Sistem Informasi Perpustakaan sebagai berikut:
  •       Pembuatan user dan pengaturan oleh admin
  •       Pembuatan database buku yang terdiri dari judul dan nomor buku, serta pernah dipinjam pada tanggal berapa
  •     Pembuatan ketentuan denda berdasarkan keterlambatan hari dalam pengembalian buku serta tebal buku



      Agar sistem informasi perpustakaan berjalan dengan baik, maka dibutuhkan sistem manajemen yang baik. Pada prinsipnya manajemen dibagi menjadi Perencanaan, Pengorganisasian, Penyusunan Karyawan, Koordinasi , Laporan, dan Anggaran.
1.   Perencanaan, sebelum sistem itu dibuat, manajemen perpustakaan harus sudah membuat tujuan, strategi, kebijakan, prosedur dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan
2.      Pengorganisasian, manajemen perpustakaan mengelompokkan aktifitas ke dalam beberapa unit atau bagian, sehingga antar bagian dapat melakukan koordinasi yang baik dan juga memiliki wewenang untuk melakukan tugasnya
3.      Penyusunan Karyawan, manajemen dapat menentukan penempatan karyawan di posisi yang sesuai dengan kemampuannya, misal penempatan pada bagian admin server, admin computer, penanggung jawab dan pengawas sistem yang biasanya dilakukan oleh pembuat sistem. Agar dapat memberikan layanan yang baik, diperlukan karyawan yang baik dari jumlah dan kemampuan yang mereka miliki.
4.      Koordinasi, terdapat kerjasama yang baik antar karyawan untuk menunjang pekerjaan
5.    Laporan, Manajemen harus mengetahui kejadian atau hal apa saja yang sudah, sedang ataupun yang akan berlangsung karen itu laporan diperlukan
6.      Anggaran, Biaya untuk sistem yang diawasai oleh pengawas sistem


Sumber :
    - www.scribd.com/doc/53716947

Tidak ada komentar:

Posting Komentar